#2009_dan_2019_apa_bedanya! 2
Asi yang kurang terpaksa si bocil dibantu dengan susu formula.
Terpaan masih melanda di tahun 2009 adalah puncak dari semua kesakitan anda mungkin tak percaya jika anda bukan orang terdekat saya. Tahun 2009 deritaku semakin menjadi puting payudaraku sebelah kanan hampir terputus membuat urat asi menjadi tersendat hingga dalam waktu seminggu payudaraku mengalami luka.
Anda bayangkan payudaraku bengkak dan memerah bahkan sudah berobat ke semua dokter di wilayahku justru mereka angkat tangan dan menyarankan operasi.
Menyerah! Tidak saya harus tetap tegar demi anakku Husni dia butuh aku dia butuh kasih sayangku. Aku mencoba peruntungan berobat pada uwa Hj iroh di kampung kami berobat secara tradisional qodarulloh aku sembuh dalam waktu seminggu hanya dengan ramuan daun cecenet dan garam yang di kukus.
Perjalanan panjang dan berliku jungkir balik berusaha penuh dengan ribuan asa dan segenggam doa' hidupku penuh liku.
Terkadang aku menangis bukan meratapi namun mengingat dosa yang mungkin terlampau menggunung.
Makan mie instan dibagi dua bahkan jauh daripada itu segenggam beras sering kami buat bubur demi mengganjal perut, bukan suami pengangguran namun karena anakku terlalu sering sakit hingga uang yang kami punya terkuras untuk berobat, terbesit membanu suami cari penghasilan sejak Husni usia tujuh bulan hingga usia dua tahun aku mengambil kerudung untuk di mute.
Upah nya cuma 600 rupiah per biji kadang ada yang seribu sehari aku cuman bisa membereskan sepuluh saja dan alhamdulilah cukup membantu saat itu kami tak punya tempat menyimpan pakaian husni, setelah dua minggu hasil Mute ku kukumpulkan dan ku belikan sebuah eksel plastik.
Usia husni 2010 saat itu belim genap dua tahun akupun mencoba masuk ke pabrik roti daerah ci panas Mekar Wangi namanya berangkat jam sebelas siang pulang jam sebelas malam dan suami pun bekerja kuli pulangnya seminggu sekali.
Aku cuman bertahan tiga hari karena setiap pulang malam tak ada jemputan.
#2009_dan_2019_apa_bedanya! 5 2019 aku bukan lagi teh Yani penjual boboko bukan lagi si tukang lejet bukan pula si penjual bawang. Kini aku tukang seblak teh Yani si tukang kredit. Alhamdulillah aku dipertemukan dengan orang-orang hebat seperti Alm, Apan Toko sumber Agung, Toko Martin. Toko Aep Saepudin juga Toko Didin Andin mereka orang-orang yang berperan bagi kemajuan hidupku. Paling penting Ceu Mur dia yang menjadi wasillah kelancaran pikiranku untuk bermental baja dan dia lah orang yang kuannggap orang tua ketigaku selain ayah ibuku juga mertuaku. Sungguh jasanya bagiku takan kulupakan hingga hayatku. Aku hanya debu yang di bdntuk menjadi manusia namun Alloh memberikan Takdir bagiku menjalankan kehidupan. Ada sosok Guru yang paling berperan dalam pembentukan tawakal dan tafakur juga mengajarkan Anti menyerah yah dia Alm. Kh. Yayat ponpes Miftahul Hasanah, meski hanya sebentar saja aku belajar di sana namun Alhamdulillah beliau menancapkan dasar kehidupan pada kami muridnya untu...
Comments