#2009_dan_2019_apa_bedanya! 3
Tentu saja saat aku berangkat kerja pun pagi paginya aku pergi keladang dulu untuk menaruk pohon tembakau jam sepuluh pulang dan bersiap pergi ke pabrik.
Husni kadang aku merasa tak rela meninggalkannya tiga hari bekerja saja anakku sudah tak terurus aku keluar dari pabrik gaji 3 hari kudapati 100.000 akhifnya pak suami menambahkan gajinya hingga bisa beli mejikom penanak nasi.
Tahun 2011 adalah awal secercah harap menghampiri aku kenal dengan ceu Mur dia menyuruhku mencari daun singkong daun paya dan juga belimbing wuluh alias lejet.
Aku mulai membeli borongan daun paya dan daun singkong setiap hari bermodalkan uang lima puluh ribu terkadang jika ada yang baik hati justru daun singkong itu di kasih si tukang tape.
Suamikupun mulai membantu bukan hanya bertani jika tidak ada kerja di proyek sebagai buruh kuli maka dia akan membantuku mencari petai cina( selong), dan juga jantung pisang kebetulan di daerah pak suami di pinggiran sawah banyak sekali pohon pisang hingga sehari bisa dapat 50 jantung pisang secara gratis.
Memborong petai cina dengan harga minim begitupula kadang ada kebahagiaan jika kami membeli kunyit, kunyit yang kami kira 10 kilo justru menghasilkN 25 kilo dan tak terlepas dari kasih sayang Alloh swt penghasilan kami mulai membaik, akupun setiap hari mengirim barang- barang sayuran pada bandar yang jualan di Bandung.
Penghasilannya lumayan kadang 50 ribu terkadang 100 ribu perhari, aku bisa menabung hingga setiap pagi akupun mulai berjualan sayur matang dan sayur mentah.
Sehari jualan sayur mentah sehari jualan sayur matang siangnya sku mhlai mdncari barang sayuran untuk dijual ke ceu Mur.
Bahkan mulai berjualan nyiru boboko dan barang anyaman bambu yang di beli paksuami dari kampungnya di sukasai sana.
Berjualan apapun asal halal hingga tahun 2012 selain mencari daun paya dan lejet aku mulai jualan beras menjual minyak pouch dan Daia juga merambat dan terus berusaha.
Kadang kami tidur jam sebelas malam karena banyak PR
#2009_dan_2019_apa_bedanya! 5 2019 aku bukan lagi teh Yani penjual boboko bukan lagi si tukang lejet bukan pula si penjual bawang. Kini aku tukang seblak teh Yani si tukang kredit. Alhamdulillah aku dipertemukan dengan orang-orang hebat seperti Alm, Apan Toko sumber Agung, Toko Martin. Toko Aep Saepudin juga Toko Didin Andin mereka orang-orang yang berperan bagi kemajuan hidupku. Paling penting Ceu Mur dia yang menjadi wasillah kelancaran pikiranku untuk bermental baja dan dia lah orang yang kuannggap orang tua ketigaku selain ayah ibuku juga mertuaku. Sungguh jasanya bagiku takan kulupakan hingga hayatku. Aku hanya debu yang di bdntuk menjadi manusia namun Alloh memberikan Takdir bagiku menjalankan kehidupan. Ada sosok Guru yang paling berperan dalam pembentukan tawakal dan tafakur juga mengajarkan Anti menyerah yah dia Alm. Kh. Yayat ponpes Miftahul Hasanah, meski hanya sebentar saja aku belajar di sana namun Alhamdulillah beliau menancapkan dasar kehidupan pada kami muridnya untu...
Comments