#2009_dan_2019_apa_bedanya! 5
2019 aku bukan lagi teh Yani penjual boboko bukan lagi si tukang lejet bukan pula si penjual bawang. Kini aku tukang seblak teh Yani si tukang kredit.
Alhamdulillah aku dipertemukan dengan orang-orang hebat seperti Alm, Apan Toko sumber Agung, Toko Martin. Toko Aep Saepudin juga Toko Didin Andin mereka orang-orang yang berperan bagi kemajuan hidupku.
Paling penting Ceu Mur dia yang menjadi wasillah kelancaran pikiranku untuk bermental baja dan dia lah orang yang kuannggap orang tua ketigaku selain ayah ibuku juga mertuaku.
Sungguh jasanya bagiku takan kulupakan hingga hayatku. Aku hanya debu yang di bdntuk menjadi manusia namun Alloh memberikan Takdir bagiku menjalankan kehidupan.
Ada sosok Guru yang paling berperan dalam pembentukan tawakal dan tafakur juga mengajarkan Anti menyerah yah dia Alm. Kh. Yayat ponpes Miftahul Hasanah, meski hanya sebentar saja aku belajar di sana namun Alhamdulillah beliau menancapkan dasar kehidupan pada kami muridnya untuk tak mudah menyerah tak pula menyalahkan nasib dan takdir tapi petiklah Hikmahnya. Tafakuri ini ujian atau ini Dosa hingga kita semakin memperbanyak bertaubat.
2009 aku bersyukur dengan segala keterbatasanku.
2019 aku bersyukur dengan semua kecukupan ini
2009 imanku masih setipis udara
2019 imanku pun masih sama tipisnya dan muddh-mudahan kedepannya semakin lancar urusan. Di permudah meraih cita-cita dan yang penting di kuatkan iman dan islam hingga khusnul khotimah.
Aamiiin.
#Edisi nurutan batur chalange 2009 2019#bukan lihat perbedaan kecantikan tapi lihatlah perbandingan ibadah kita juga perbandingan keimanan kita
#Ini bukan membuka aib, tapi mudah-mudahan memberi motifasi dan membuat kita pandai bersyukur di setiap situasi.
#2009_dan_2019_apa_bedanya! 3 Tentu saja saat aku berangkat kerja pun pagi paginya aku pergi keladang dulu untuk menaruk pohon tembakau jam sepuluh pulang dan bersiap pergi ke pabrik. Husni kadang aku merasa tak rela meninggalkannya tiga hari bekerja saja anakku sudah tak terurus aku keluar dari pabrik gaji 3 hari kudapati 100.000 akhifnya pak suami menambahkan gajinya hingga bisa beli mejikom penanak nasi. Tahun 2011 adalah awal secercah harap menghampiri aku kenal dengan ceu Mur dia menyuruhku mencari daun singkong daun paya dan juga belimbing wuluh alias lejet. Aku mulai membeli borongan daun paya dan daun singkong setiap hari bermodalkan uang lima puluh ribu terkadang jika ada yang baik hati justru daun singkong itu di kasih si tukang tape. Suamikupun mulai membantu bukan hanya bertani jika tidak ada kerja di proyek sebagai buruh kuli maka dia akan membantuku mencari petai cina( selong), dan juga jantung pisang kebetulan di daerah pak suami di pinggiran sawah banyak sekali poh...
Comments